Jogja-Ifx

Fast Respon 0821 3804 1110 (WhatsApp) | Email support@jogja-ifx.org

logo award

Representative online resmi Instaforex di Indonesia

Open Account - Deposit - Trading - Rebate

MENU

Artikel, News Dan Analisa

17 Apr

Penguatan Poundsterling di sesi Asia, Selasa (17/Apr) pagi ini terhadap Dolar AS terlihat menarik. Pair GBP/USD melanjutkan reli yang telah terbentuk selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut dan menembus posisi 1.43. Level tersebut mengantarkan Pound menjadi mata uang berperforma terbaik di antara negara-negara G10.

Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di angka 1.4341, menjauhi level rendah 1.3983 yang terbentuk pada tanggal 6 April. Para trader mengatakan, prospek kenaikan suku bunga BoE bulan Mei depan-lah yang menjadi daya tarik Poundsterling. Di samping itu, Dolar AS sebagai rivalnya juga tengah melemah akibat masalah kebijakan perdagangan.

Level Pound saat ini telah kembali mendekati level yang tercapai sebelum Vote Brexit pada bulan Juni tahun 2016. Padahal, GBP/USD sempat menghujam ke level rendah 1.2068 pada Januari 2017 lalu.



16 Apr

Jam 14:15 WIB: data Producer Price Index (PPI) Swiss bulan Maret 2018 (Berdampak medium pada CHF)

Data PPI adalah salah satu indikator utama guna mengukur tingkat inflasi di Swiss disamping CPI. Karena perekonomian Swiss tidak sebesar negara-negara mata uang utama lainnya, maka data PPI yang dirilis disatukan dengan data Import Prices dan sering disebut dengan Producer and Import Prices. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan bulan sebelumnya atau m/m (month over month), dan yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau y/y (year over year).
Bulan Februari lalu PPI m/m naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.2% dan sama dengan bulan sebelumnya, sementara untuk y/y PPI naik 2.3%, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.9% dan yang tertinggi sejak bulan Oktober 2008.

Untuk bulan Februari 2018 diperkirakan PPI Swiss m/m akan naik 0.4% dan y/y akan naik 2.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CHF.

Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Maret 2018 (Berdampak tinggi pada USD)

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan retail dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis, penjualan retail inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan retail total atau disebut juga Advance Retail Sales, masing-masing untuk data perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan data tahunan (year over year atau y/y). Penjualan retail bulanan lebih berdampak.
Bulan Februari lalu Advance Retail Sales AS m/m kembali negatif, turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.3% dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah sejak bulan September tahun lalu). Penjualan retail inti bulan Februari naik 0.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.4% tetapi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk Advance Retail Sales bulan Februari y/y naik 4.0%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 3.9%.

Penurunan penjualan retail bulan Februari terjadi pada toko kendaraan bermotor (-0.9%), stasiun bahan bakar (-1.2%), toko furniture (-0.8%), toko peralatan kesehatan (-0.4%), toko peralatan elektronik (-0.1%) dan perdagangan umum (-0.4%).

Untuk bulan Maret 2018 diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan naik 0.4%, Core Retail Sales m/m kembali naik 0.2%, dan Advance Retail Sales y/y akan naik 4.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: indeks Empire State Manufacturing AS bulan April 2018 (Berdampak medium pada USD)

Indikator ini disebut juga dengan New York Manufacturing Index, dan dirilis oleh Federal Reserve Bank of New York. Indeks ini mengukur kondisi dan ekspektasi bisnis di kawasan industri New York dan sekitarnya, dan dibuat berdasarkan survey terhadap 200 pelaku industri di kawasan ini mengenai kondisi bisnis saat ini dan harapannya untuk waktu yang akan datang.

Angka indeks yang positif (lebih besar dari nol) mencerminkan kondisi bisnis yang makin baik, dan angka negatif mencerminkan kondisi yang menurun. Meski kawasan industri di New York relatif kecil, namun indeks ini dirilis lebih awal dari indeks Philly Fed Manufacturing dan indeks ISM Manufacturing sehingga bisa mencerminkan keadaan awal sektor manufaktur di AS yang bisa mempengaruhi tenaga kerja, pengeluaran konsumen dan investasi.
Bulan Maret lalu indeks Empire State Manufacturing berada pada angka +22.5, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang +14.9 dan yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Pada bulan Maret 2018 indeks business conditions, new orders dan shipments mengalami kenaikan.

Untuk bulan April 2018 diperkirakan indeks akan terkoreksi ke angka +19.8. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 21:00 WIB: indeks harga perumahan AS versi NAHB bulan April 2018 (Berdampak medium pada USD)

Indeks yang dirilis oleh National Association of Home Builders (NAHB) ini dibuat berdasarkan survey terhadap 900 perusahaan konstruksi perumahan mengenai prospek pasar perumahan saat ini dan waktu mendatang. Angka indeks diatas 50.0 menunjukkan prospek yang positif, sedang angka dibawah 50.0 menunjukkan prospek negatif.
Indeks bulan Maret lalu berada pada angka 70, lebih rendah dari perkiraan 72 dan yang terendah dalam 4 bulan terakhir akibat turunnya ekspektasi penjualan untuk 6 bulan kedepan. Untuk bulan April 2018 diperkirakan indeks akan sedikit naik ke angka 71. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.



12 Apr

 Harga emas turun walaupun krisis geopolitik Suriah memanas. Kamis (12/Apr) siang ini, harga emas spot turun 0.2 persen ke kisaran $1,350.70 per ons pada pukul 10:19 WIB dan harga emas futures di Comex turun 0.4 persen ke  to $1,354.5 per ons.



12 Apr

Gejolak politik di Suriah membuat Dolar AS melemah terhadap Yen Jepang. Para investor mencari aset-aset safe haven di tengah kemungkinan serangan militer Barat terhadap Suriah di akhir pekan ini. USD/JPY diperdagangkan di angka 106.81 pada Kamis (12/Apr) pagi ini, setelah melorot 0.4 persen tadi malam.

Tak Gentar Ancaman Rusia, AS Akan Luncurkan Misil Ke Suriah

Para investor tak dibiarkan tenang lebih lama pasca meredanya gejolak kebijakan perdagangan antara AS dan China. Gejolak geopolitik kembali meningkat setelah kemarin, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia bahwa pihaknya akan segera melancarkan serangan militer ke Suriah terkait dugaan serangan gas beracun yang menewaskan sedikitnya 40 orang di Suriah.

Trump mencuit di akun Twitternya bahwa misil AS akan datang meskipun Rusia bersumpah akan melumpuhkan misil apapun yang ditembakkan ke Suriah. Kendati demikian, Trump tidak menyebutkan secara detail kapan peluncuran misil yang digembar-gemborkannya itu akan dieksekusi. Trump juga mengatakan bahwa Rusia tidak seharusnya berpihak pada orang yang telah membunuh rakyatnya sendiri, dimana orang yang dimaksud tersebut adalah Bashar Al-Assad, Presiden Suriah.
Penguatan Dolar AS ke level 107.400 yen pada Selasa lalu pun tak berlangsung lama. Ketegangan antara blok Barat dan blok Timur karena masalah Suriah ini kembali membuat Yen--yang merupakan mata uang safe haven--kembali kebanjiran peminat.

"Yen menguat terhadap Dolar AS dalam ketegangan geopolitik. Dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang mayor, tetapi juga dikarenakan oleh peran faktor lain seperti harga komoditas dan ekspektasi kebijakan moneter ECB," kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Forex di Mizuho Securities, Tokyo.

Yamamoto menambahkan, dalam masalah Suriah ini, negara-negara lain yang akan terlibat adalah Inggris dan Prancis, dimana kondisinya mungkin akan mirip seperti era Perang Dingin. Ketidakpastian pun dapat berlarut-larut karenanya.

Notulen FOMC Maret 2018

Notulen rapat FOMC yang telah dilaksakan oleh Bank Sentral AS (The Fed) pada bulan Maret lalu, telah dirilis dini hari tadi. Tertulis bahwa semua anggota rapat merasa bahwa ekonomi AS akan terus menguat dan inflasi akan naik dalam beberapa bulan ke depan.

Akan tetapi, walaupun notulen tersebut menunjukkan sentimen yang hawkish, perhatian pasar yang lebih tertuju ke masalah Suriah membuat Dolar AS tetap tidak bisa menguat.

Menurut Justin Low, penulis analisis forex di ForexLive, absennya rilis indikator ekonomi penting di sisa minggu ini makin membuat masalah Suriah menjadi pusat perhatian. Apabila ketegangan di Suriah bertambah dan menimbulkan aksi risk-off, maka Low memperkirakan peluang trading yang baik akan memudar. Untuk saat ini, penulis tersebut akan memegang prinsip "buy value, sell hysteria".



12 Apr


Jam 13:30 WIB: pidato anggota MPC BoE Ben Broadbent (Berdampak medium pada GBP).

Ben Broadbent dijadwalkan berbicara di Reserve Bank of Australia Sydney.
 

Jam 15:30 WIB: BoE Credit Conditions Survey kuartal pertama tahun 2018 (Berdampak medium pada GBP).

Hasil survey ini dirilis oleh Bank of England setiap kuartal. Survey dilakukan terhadap sejumlah bank dan institusi keuangan lainnya sebagai kreditor, mengenai pertumbuhan kredit selama 3 bulan terakhir dan prospeknya untuk 3 bulan ke depan. Nasabah yang disurvey meliputi sektor rumah tangga, usaha kecil, dan perusahaan di luar bank. Naiknya jumlah kredit ke berbagai sektor menunjukkan peningkatan aktivitas perekonomian dan akan berdampak positif pada mata uang GBP.

 
Jam 18:30 WIB: notulen rapat ECB tanggal 8 Maret 2018 (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

Notulen rapat ECB dirilis 8 kali per tahun, sekitar 4 minggu setelah meeting penentuan suku bunga. Notulen ini akan mengungkap secara detail rapat dewan yang menentukan suku bunga, besaran stimulus, dan pandangan anggota dewan mengenai kondisi perekonomian kawasan di waktu mendatang.
Berbeda dengan para pejabat The Fed yang berdebat mengenai frekuensi kenaikan suku bunga, anggota dewan direksi ECB masih berkutat membahas kapan waktu yang tepat untuk mengakhiri program stimulus, dengan sebisa mungkin mempertahankan suku bunga 0%. Bank sentral Eropa telah memutuskan pembelian asset sebesar €30 miliar sejak meeting-nya bulan Januari lalu hingga September nanti, dengan kemungkinan bisa diperpanjang. Pertimbangan utamanya adalah masih rendahnya tingkat inflasi dan apresiasi mata uang Euro. Meski demikian, tidak semua anggota dewan direksi setuju dengan kebijakan ini. Untuk mengintervensi pergerakan nilai tukar EUR, Mario Draghi kadang bersikap hawkish, kadang bisa juga dovish.

Seperti telah diperkirakan, pada meeting terakhir tanggal 8 Maret lalu di Frankfurt, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 0% dan lending rate +0.25%. Tetapi di luar dugaan, Draghi bersikap lebih hawkish pada konferensi pers, dengan mengatakan kemungkinan diakhirinya stimulus dalam waktu dekat. Pernyataan itu mengacu pada rebound pertumbuhan ekonomi kawasan yang lebih cepat dari perkiraan, sehingga pada saat itu EUR menguat. Perdebatan mengenai diakhirinya program stimulus ini akan menjadi perhatian dan akan berdampak pada EUR.

Jika secara keseluruhan hasil meeting dianggap hawkish, maka EUR akan cenderung menguat. Sebaliknya jika dianggap dovish, EUR akan cenderung melemah.

 
Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 6 April 2018 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.
Minggu lalu, Jobless Claims AS naik 24,000 ke 242,000 klaim, dibandingkan minggu sebelumnya yang direvisi naik dari 215,000 ke 218,000 klaim. Rilis pekan lalu juga lebih tinggi dari perkiraan 225,000 klaim, dan menjadi yang tertinggi sejak awal bulan Januari. Klaim rata-rata 4 mingguan naik 3,000 ke 228,250 klaim.

Hingga minggu lalu, Jobless Claims di AS masih berada di bawah angka 300,000 selama 161 minggu berturut-turut, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang stabil. Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun 11,000 ke 231,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Jam 19:30 WIB: data Import Prices AS bulan Maret 2018 (Berdampak rendah-medium pada USD).

Import Prices atau disebut juga Import Price Index mengukur perubahan nilai total barang dan jasa yang diimpor AS selama periode sebulan. Makin tinggi kenaikan harga impor, maka akan semakin besar biaya produksi yang menyebabkan tekanan inflasi.
Bulan Februari lalu, Import Prices naik 0.4% ke 127.0 index points (tertinggi sejak bulan Juni 2015), sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga impor consumer goods.

Untuk bulan Maret 2018, diperkirakan Import Prices akan kembali naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Jam 19:30 WIB: indeks harga perumahan di Kanada bulan Februari 2018 (Berdampak medium pada CAD).

Indikator ini mengukur persentase perubahan harga jual rumah baru di Kanada dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data ini sering digunakan sebagai indikator awal untuk tren penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, indikator ini adalah salah satu yang mengisyaratkan keadaan tersebut.
Bulan Januari lalu, harga perumahan baru di Kanada stagnan (0.0%) pada angka 103.3 index points (tertinggi sejak tahun 1981). Namun, angka tersebut lebih rendah dari perkiraan naik 0.1%, dan merupakan persentase kenaikan terendah sejak bulan April 2015. Untuk bulan Februari 2018, diperkirakan indeks harga perumahan baru di Kanada akan naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CAD.

 

Jam 23:00 WIB: pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann (Berdampak medium pada EUR).

Jens Weidmann dijadwalkan memberi pidato dengan judul "A spirit of optimism in Europe - guidelines for a crisis proof monetary union", di Berlin, Jerman.




 
Kurs Hari

Operasional : Senin - Jumat : 09.00 - 18.00
Fast respon & urgent : 0821 3804 1110 (WA)

Untuk mendapatkan rate member, open account disini

Rate Deposit Withdrawal
Non Member14100 (IDR)12400 (IDR)
Member13600 (IDR)12900 (IDR)
Stok Dollar $ 7830
Stok Rupiah Rp.650.677.215,-
Info Jogja-Ifx
 
Contact Us

trading dept.
Trading System Department
+62 821 3804 1110 (WA)
BB: D0AF7FC0
support@jogja-ifx.org

finance dept.
Finance & Partner Department
085743373375 (NO SMS)
BB: 5CAF1732
finance@jogja-ifx.org

technical support
Technical Support Department
08112951202 (SMS)
technical@jogja-ifx.org

Disclaimer : Jogja-ifx tidak pernah menerima investasi online dan offline dalam bentuk apapun dan tidak menjalin kerjasama dengan pengelola investasi manapun serta menjalin kerjasama dengan pemilik EA manapun. Segala bentuk investasi dan menjual program EA manapun yang mengatasnamakan Jogja-ifx bukanlah dari pihak Jogja-ifx.

Jogja-ifx merupakan Representative online resmi Instaforex di Indonesia yang bertugas untuk memberi kemudahan kepada klien dalam batasan proses deposit dan withdrawal. Jogja-ifx tidak ikut serta dalam penyimpanan dana klien sedikitpun, hanya menjembatani penukaran mata uang saja. Forex trading mempunyai resiko yang berhubungan dengan kehilangan dana yang disetorkan oleh klien, karena itu kami segenap team dari Jogja-ifx menghimbau setiap klien untuk menggunakan dananya secara aman sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan. Jogja-ifx tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana klien yang disebabkan oleh broker Instaforex dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 jogja-ifx.org All Rights Reserved