Jogja-Ifx

Fast Respon: 0821-3804-1110 Veri (WhatsApp) | Email support@jogja-ifx.org

logo award

Representative online resmi Instaforex di Indonesia

Open Account - Deposit - Trading - Rebate

MENU

Artikel, News Dan Analisa

04 Mei

Jam 08:30 WIB: statement kebijakan moneter RBA kuartal kedua tahun 2018 (Berdampak tinggi pada AUD)

Dirilis setiap kwartal dan berisi mengenai ekspektasi kondisi perekonomian Australia dan tingkat inflasi. Jika statement dianggap hawkish maka AUD akan cenderung menguat, dan sebaliknya.

Jam 08:45 WIB: indeks Caixin Services PMI China bulan April 2018 (Berdampak medium pada AUD dan NZD)

Indeks Caixin Services PMI yang dirilis oleh Markit ini adalah estimasi yang dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 400 purchasing manager di seluruh China mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan.

Parameter yang disurvey adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.
Sejak Mei 2014 indeks PMI sektor jasa di China selalu berada diatas angka 50.0. Bulan Maret lalu berada pada angka 52.3, lebih rendah dari perkiraan 54.5 dan yang terendah dalam 4 bulan terakhir akibat turunnya indeks new orders. Untuk bulan April 2018 diperkirakan akan berada pada angka 52.2. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan AUD dan NZD.

Jam 19:30 WIB: data Non Farm Payrolls AS bulan April 2018 (Berdampak tinggi pada USD)

Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS ini mengukur perubahan jumlah tenaga kerja diluar sektor pertanian selama periode sebulan. Data ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, dan menjadi bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.
Bulan Maret lalu NFP bertambah 103,000 job, lebih rendah dari perkiraan yang akan bertambah 188,000 job dan yang terendah sejak September tahun lalu. Rata-rata pertambahan job dalam 3 bulan terakhir adalah 201,670 job per bulan, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 242,330 job per bulan.

Pada bulan Maret 2018 pertambahan lapangan pekerjaan terbanyak ada di tenaga profesional dan bisnis (+33,000 job), sektor manufaktur (+22,000 job), tenaga perawatan medis (+22,000 job) dan sektor pertambangan (+9,000). Sementara yang mengalami kontraksi adalah sektor konstruksi (-15,000 job) dan sektor perdagangan (-4,000 job).

Untuk bulan April 2018 diperkirakan NFP akan bertambah 189,000 job, sementara perkiraan dari Automatic Data Processing Inc.(ADP) akan bertambah 204,000 job (rilis data ADP Non Farm Employment Change tanggal 2 Mei kemarin). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data upah rata-rata per jam di AS bulan April 2018 (Berdampak tinggi pada USD)

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS setiap bulan ini mengukur perubahan upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) di seluruh negara bagian AS diluar industri pertanian. Rilis data berupa persentase perubahan rata-rata upah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Upah dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup. The Fed selalu memperhatikan data upah rata-rata per jam sebagai pertimbangan untuk menentukan suku bunga acuan.
Bulan Maret lalu upah rata-rata per jam di AS naik 0.3% atau 8 cents Dollar, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%. Dalam basis tahunan (y/y) naik 2.7% atau 71 cents Dollar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 2.6%. Untuk bulan April 2018 diperkirakan tingkat upah rata-rata per jam akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data tingkat pengangguran di AS bulan April 2018 (Berdampak tinggi pada USD)

Indikator ini mengukur persentase total tenaga kerja produktif yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Meski dianggap sebagai indikator lagging, tetapi jumlah pengangguran akan berdampak pada pengeluaran konsumen, jumlah tenaga kerja dan tingkat kepercayaan.
Bulan Maret lalu tingkat pengangguran di AS stagnan di +4.1%, lebih tinggi dari perkiraan yang +4.0% dan masih yang terendah dalam 17 tahun terakhir, sementara tingkat partisipasi berada pada angka 62.9%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 63.0%. Untuk bulan April 2018 diperkirakan tingkat pengangguran di AS akan turun ke +4.0%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 20:00 WIB: pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann (Berdampak medium pada EUR)
Jens Weidmann dijadwalkan berbicara di Frankfurt.

Jam 21:00 WIB: indeks Ivey PMI Canada bulan April 2018 (Berdampak medium pada CAD)

Indikator yang mencerminkan kepercayaan bisnis di Canada ini sama dengan indeks Manufacturing PMI yang dirilis oleh Markit, hanya saja untuk Canada dibuat dan dirilis oleh Richard Ivey School of Business. Indeks ini dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 175 purchasing manager di seluruh Canada mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan.

Indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis dan sering dianggap sebagai leading indicator. Angka indeks diatas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor industri, dan dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.
Bulan Maret lalu indeks Ivey Canada berada pada angka 59.8, lebih rendah dari perkiraan 60.2 tetapi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk bulan Maret 2018 diperkirakan indeks akan naik ke 60.2. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

Jam 23:00 WIB: pidato anggota FOMC William Dudley (Berdampak medium pada USD)

Presiden Federal Reserve Bank of New York yang juga anggota FOMC William Dudley dijadwalkan ikut dalam diskusi mengenai gangguan dalam dunia finansial dan tantangannya ke depan yang diadakan oleh Bloomberg News.



03 Mei

Jam 08:30 WIB: data neraca perdagangan Australia bulan Maret 2018 (Berdampak tinggi pada AUD)

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Australia ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan. Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor maka neraca perdagangan mengalami surplus, dan sebaliknya jika nilai total impor lebih besar dari ekspor maka perdagangan mengalami defisit.
Bulan Februari lalu neraca perdagangan Australia mengalami surplus sebesar AUD 0.83 milyard, lebih tinggi dari perkiraan yang akan surplus AUD 0.68 milyard tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang surplus AUD 0.95 milyard. Pada bulan Februari 2018 ekspor mencapai AUD 34.23 milyard dan impor sebesar AUD 33.41 milyard. Untuk bulan Maret 2018 diperkirakan perdagangan Australia akan surplus sebesar AUD 0.68 milyard. Surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

Jam 08:30 WIB: data Building Permits di Australia bulan Maret 2018 (Berdampak medium pada AUD)

Jumlah ijin mendirikan bangunan (Building Permits) merupakan indikator untuk aktivitas pekerjaan konstruksi bangunan yang akan mempengaruhi pertambahan tenaga kerja, pembelian produk material bangunan dan investasi perumahan. Rilis data berupa persentasi perubahan jumlah ijin bangunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Bulan Februari lalu jumlah ijin bangunan di Australia turun 6.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan turun 5.1% dan juga lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 17.2%. Untuk bulan Maret 2018 diperkirakan jumlah ijin bangunan akan naik 1.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

Jam 15:30 WIB: indeks Services PMI Inggris bulan April 2018 (Berdampak tinggi pada GBP)

Indeks Services PMI Inggris yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survey terhadap sejumlah purchasing manager di seluruh Inggris mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan.

Indeks PMI untuk sektor jasa (services) ini didasarkan pada 5 indikator utama yaitu: produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan dan jumlah tenaga kerja. Angka indeks diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor jasa sedang tinggi, dan dibawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.
Bulan Maret lalu indeks Services PMI berada pada angka 51.7, lebih rendah dari perkiraan 53.9 dan yang terendah sejak bulan Juli 2016 akibat gangguan yang disebabkan oleh cuaca buruk. Untuk bulan April 2018 diperkirakan indeks akan naik ke angka 53.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:00 WIB: data Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2018 (Berdampak medium-tinggi pada EUR)

CPI kawasan Euro dirilis 2 kali dalam sebulan yaitu Flash (data awal) dan final. Angka estimasi tingkat inflasi ini dirilis oleh Eurostat berdasarkan masukan data CPI awal dari 19 negara anggota kawasan Euro. Meski mungkin ada kekurangan tentang detail dari kategori barang sebagai acuannya, namun Flash Estimate akan berdampak tinggi karena merupakan data CPI kawasan Euro yang paling awal dirilis.

Data yang berdampak tinggi adalah inflasi tahunan, yaitu persentase perubahan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Ada 2 rilis, CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan, minuman dan energi. Untuk kawasan Euro yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y yang menunjukkan tingkat inflasi tahunan kawasan. Bank sentral Eropa (ECB) selalu mengacu pada CPI total y/y untuk menentukan target inflasi dan perubahan tingkat suku bunga.
Bulan Maret lalu inflasi tahunan kawasan Euro naik 1.3%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 1.4% tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang +1.1%, sementara CPI inti y/y naik 1.0%, juga lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 1.1% dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi dalam 6 bulan). Dalam basis bulanan (m/m) CPI total bulan Februari 2018 naik 1.0%, tertinggi sejak Maret 2016.

Naiknya angka inflasi tahunan bulan Januari tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi, makanan, minuman beralkohol, tembakau dan sektor jasa.

Untuk bulan April 2018 diperkirakan CPI total y/y kawasan Euro akan kembali naik 1.3% dan CPI inti y/y akan naik 0.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 27 April 2018 (Berdampak medium pada USD)

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.
Minggu lalu Jobless Claims AS turun 24,000 ke 209,000 klaim dibandingkan minggu sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 230,000 klaim dan yang terendah dalam 48 tahun terakhir. Klaim rata-rata 4 mingguan turun 2,250 ke 229,250 klaim. Hingga minggu lalu Jobless Claims di AS masih berada dibawah angka 300,000 selama 164 minggu berturut-turut, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik 16,000 ke 225,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data neraca perdagangan Kanada bulan Maret 2018 (Berdampak tinggi pada CAD)

Data ini disebut juga dengan International Merchandise Trade, dan hanya merilis produk barang yang diimpor dan diekspor, tidak termasuk jasa. Canada adalah pengekspor utama minyak mentah disamping emas dan suku cadang kendaraan bermotor. Partner dagang utama Canada adalah AS yang mengambil porsi hampir 70% dari total ekspor dan 50% dari total impor Canada, sehingga perkembangan kondisi ekonomi AS akan sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan Canada.
Bulan Februari lalu perdagangan Canada kembali mengalami defisit sebesar CAD 2.69 milyard, lebih rendah dari perkiraan yang akan defisit CAD 2.10 milyard dan juga lebih rendah dari bulan sebelumnya yang defisit CAD 1.94 milyard. Pada bulan Februari 2018 total ekspor naik 0.4% ke CAD 45.9 milyard tetapi total impor naik 1.9% ke CAD 48.6 milyard. Untuk bulan Maret 2018 diperkirakan perdagangan Canada akan kembali defisit sebesar CAD 2.30 milyard. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2018 (Berdampak tinggi pada USD)

Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survey terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis diluar sektor manufaktur untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS kedepan. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa dan dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.
Bulan Maret lalu indeks ISM Non Manufacturing PMI turun ke angka 58.8, sedikit lebih rendah dari perkiraan 59.0 dan yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Pada bulan Maret 2018 indeks aktivitas bisnis, new orders, dan ekspor mengalami kontraksi sementara indeks tenaga kerja naik. Untuk bulan April 2018 diperkirakan indeks ISM Non Manufacturing akan turun ke 58.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 23:00 WIB: pidato ketua SNB Thomas Jordan (Berdampak tinggi pada CHF)
Thomas Jordan dijadwalkan berbicara Swiss Institute for Banking and Finance, di Zurich.



30 Apr

US Dollar kembali berjaya minggu lalu. Kali ini menguat lebih dalam versus EUR, JPY dan CHF. Sepinya kicauan dari presiden Trump membuat nilai tukar mata uang negara adidaya tersebut bergerak stabil sesuai data fundamental. Penguatan greenback minggu lalu terutama disebabkan oleh naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS untuk jangka waktu 10 tahun hingga mencapai 3%, tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Investor mengambil posisi buy USD oleh ekspektasi frekuensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini yang kemungkinan bisa lebih dari 3 kali.

EUR melemah karena hasil ECB meeting tidak menyinggung waktu berakhirnya program stimulus dan juga kenaikan suku bunga, meski dalam pernyataannya Draghi dianggap hawkish. Sikap tidak merubah kebijakan moneter juga dilakukan oleh BoJ, hanya saja pada statement meeting minggu lalu tidak lagi mencantumkan waktu pencapaian target inflasi yang 2.0% sehingga JPY sempat melemah.

GBP/USD terperosok ke level terendahnya dalam 2 bulan akibat pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal pertama yang diluar dugaan hanya +0.1%, terendah sejak kuartal terakhir tahun 2012. GDP tahunan (q/y) kuartal pertama merosot ke 1.2%, juga yang terendah sejak tahun 2012. Ditambah dengan data inflasi dan penjualan retail bulan Maret yang mengecewakan, kecil kemungkinannya BoE akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat seperti yang pernah diisyaratkan Mark Carney.

Minggu ini pelaku pasar akan kembali fokus ke USD, yaitu FOMC meeting dan data Non Farm Payrolls (NFP) bulan April. Meeting kali ini tidak disertai dengan konperensi pers. Pasar akan fokus pada statement yang dirilis seusai meeting. Perhatian terutama akan tertuju pada isyarat kemungkinan frekuensi kenaikan suku bunga yang melebihi dot plot (3 kali dalam tahun ini). Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi mengingat sejak FOMC meeting terakhir Maret lalu, data fundamental ekonomi AS terus mengalami perbaikan. Probabilitas kenaikan suku bunga bulan Juni menurut CME Fed Fund Futures telah mencapai 93.8%.

Data dan peristiwa penting lainnya adalah statement dan suku bunga RBA yang diperkirakan tetap +1.50%, Manufacturing dan Services PMI Inggris, GDP dan CPI Eurozone, ISM Manufacturing AS, GDP dan perdagangan Canada, ADP Non Farm AS, tenaga kerja Selandia Baru, perdagangan Australia, pidato gubernur RBA, ketua SNB dan Fed Dudley.

Senin, 30 April 2018:
Hari libur bank-bank di Jepang (Showa day)
Jam 08:00 WIB: indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China versi China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) bulan April 2018
Jam 08:00 WIB: indeks kepercayaan bisnis Selandia Baru versi ANZ bulan April 2018
Waktu tentative: pidato gubernur RBA Philip Lowe
Jam 13:00 WIB: data Retail Sales Jerman bulan Maret 2018
Jam 14:00 WIB: indeks KOF Economic Barometer Swiss bulan April 2018
Jam 15:00 WIB: data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Maret 2018
Jam 19:00 WIB: data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan April 2018
Jam 19:30 WIB: data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS bulan Maret 2018
Jam 19:30 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Maret 2018
Jam 19:30 WIB: data Raw Materials Price Index (RMPI) Canada bulan Maret 2018
Jam 21:00 WIB: data Pending Home Sales AS bulan Maret 2018

Selasa, 1 Mei 2018:
Hari libur bank-bank di Jerman, Perancis, Italia, Swiss (hari buruh)
Jam 11:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan Mei 2018 dan statement RBA
Jam 15:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2018
Jam 19:30 WIB: data Gross Domestic Product (GDP) Canada bulan Februari 2018
Jam 21:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan April 2018
Waktu tentative: indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak pada NZD)

Rabu, 2 Mei 2018:
Jam 01:30 WIB: pidato gubernur BoC Stephen Poloz
Jam 05:45 WIB: data Employment Change dan tingkat pengangguran Selandia Baru kuartal pertama tahun 2018
Jam 08:45 WIB: indeks Manufacturing PMI China versi Caixin bulan April 2018
Jam 15:30 WIB: indeks Construction PMI Inggris bulan April 2018
Jam 16:00 WIB: data Flash GDP kawasan Euro kuartal pertama tahun 2018
Jam 19:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan April 2018
Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 27 April 2018

Kamis, 3 Mei 2018:
Hari libur bank-bank di Jepang (Constitution day)
Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC : pengumuman suku bunga The Fed bulan Mei 2018 dan statement FOMC
Jam 08:30 WIB: data neraca perdagangan Australia bulan Maret 2018
Jam 08:30 WIB: data Building Permits di Australia bulan Maret 2018
Jam 15:30 WIB: indeks Services PMI Inggris bulan April 2018
Jam 16:00 WIB: data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2018
Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 27 April 2018
Jam 19:30 WIB: data neraca perdagangan Canada bulan Maret 2018
Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2018
Jam 23:00 WIB: pidato ketua SNB Thomas Jordan

Jum’at, 4 Mei 2018:
Hari libur bank-bank di Jepang (Greenery day)
Jam 08:30 WIB: statement kebijakan moneter RBA
Jam 19:30 WIB: data Non Farm Payrolls AS bulan April 2018
Jam 19:30 WIB: data upah rata-rata per jam di AS bulan April 2018
Jam 19:30 WIB: data tingkat pengangguran di AS bulan April 2018
Jam 21:00 WIB: indeks Ivey PMI Canada bulan April 2018
Waktu tentative: pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
Jam 23:00 WIB: pidato anggota FOMC William Dudley



30 Apr

Hari libur bank-bank di Jepang (Showa day)



17 Apr

Penguatan Poundsterling di sesi Asia, Selasa (17/Apr) pagi ini terhadap Dolar AS terlihat menarik. Pair GBP/USD melanjutkan reli yang telah terbentuk selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut dan menembus posisi 1.43. Level tersebut mengantarkan Pound menjadi mata uang berperforma terbaik di antara negara-negara G10.

Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di angka 1.4341, menjauhi level rendah 1.3983 yang terbentuk pada tanggal 6 April. Para trader mengatakan, prospek kenaikan suku bunga BoE bulan Mei depan-lah yang menjadi daya tarik Poundsterling. Di samping itu, Dolar AS sebagai rivalnya juga tengah melemah akibat masalah kebijakan perdagangan.

Level Pound saat ini telah kembali mendekati level yang tercapai sebelum Vote Brexit pada bulan Juni tahun 2016. Padahal, GBP/USD sempat menghujam ke level rendah 1.2068 pada Januari 2017 lalu.




 
Kurs Hari

Operasional : Senin - Jumat : 09.00 - 18.00
Fast respon & urgent : 0821 3804 1110 (WA)

Untuk mendapatkan rate member, open account disini

Rate Deposit Withdrawal
Non Member14650 (IDR)12600 (IDR)
Member14150 (IDR)13100 (IDR)
Stok Dollar $ 6533
Stok Rupiah Rp.798.273.980,-
Info Jogja-Ifx
Info Instaforex
 
Contact Us

trading dept.
Trading System Department
+62 821 3804 1110 (WA)
BB: D0AF7FC0
support@jogja-ifx.org

finance dept.
Finance & Partner Department
085743373375 (NO SMS)
BB: 5CAF1732
finance@jogja-ifx.org

technical support
Technical Support Department
08112951202 (SMS)
technical@jogja-ifx.org

Disclaimer : Jogja-ifx tidak pernah menerima investasi online dan offline dalam bentuk apapun dan tidak menjalin kerjasama dengan pengelola investasi manapun serta menjalin kerjasama dengan pemilik EA manapun. Segala bentuk investasi dan menjual program EA manapun yang mengatasnamakan Jogja-ifx bukanlah dari pihak Jogja-ifx.

Jogja-ifx merupakan Representative online resmi Instaforex di Indonesia yang bertugas untuk memberi kemudahan kepada klien dalam batasan proses deposit dan withdrawal. Jogja-ifx tidak ikut serta dalam penyimpanan dana klien sedikitpun, hanya menjembatani penukaran mata uang saja. Forex trading mempunyai resiko yang berhubungan dengan kehilangan dana yang disetorkan oleh klien, karena itu kami segenap team dari Jogja-ifx menghimbau setiap klien untuk menggunakan dananya secara aman sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan. Jogja-ifx tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana klien yang disebabkan oleh broker Instaforex dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 jogja-ifx.org All Rights Reserved