Jogja-Ifx

Fast Respon: 0821-3804-1110 Veri (WhatsApp) | Email support@jogja-ifx.org

logo award

Representative online resmi Instaforex di Indonesia

Open Account - Deposit - Trading - Rebate

MENU

Artikel Trading Forex

24 Sept

Apa Perbedaan Trader Dengan Investor dilihat dari aktifitas mereka melakukan berbagai transaksi di market forex setiap harinya.

Banyak pemain di pasar forex atau saham menganggap dirinya sebagai investor. Namun di lain kesempatan ia mengaku dirinya adalah seorang trader. Istilah investor dan trader sering kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader adalah investor juga karena telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor adalah trader juga karena tentu akan melakukan transaksi trading. Padahal ini tidak tepat; dilihat dari pengertian trader dan pengertian investor saja, ada perbedaan besar.

Dalam dunia investasi, trading dan investing adalah dua aktivitas yang berbeda, walaupun trader dan investor sama-sama terjun di pasar. Sudut pandang, cara kerja, dan strategi mereka sangat berbeda, meskipun tujuan mereka persis sama, yaitu memperoleh profit yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pada artikel ini diulas pokok-pokok Perbedaan Trader Dengan Investor.

Pengertian Investor

Dalam dunia investasi pada umumnya, yang dikategorikan investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrumen investasi jangka panjang seperti real estate (properti), industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka waktu antara panjang hingga sangat panjang (puluhan tahun). Dasar pertimbangan investor berfokus pada produk yang akan dibeli atau jenis usaha yang akan dimasuki. Bagi seorang investor saham, ia akan memilih perusahaan yang benar-benar mempunyai performa yang sangat bagus.

Investor bisa digolongkan dalam investor institusi (institutional investor) seperti bank, lembaga keuangan selain bank, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya, tetapi tak tertutup juga kemungkinan investor retail atau investor perorangan.

Investor perorangan biasanya tidak memiliki rencana yang jelas bila kelak hasil investasinya merugi. Mereka akan cenderung cut-loss untuk beralih ke instrumen investasi lain, atau dibiarkan dengan harapan nilainya akan rebound dan menghasilkan profit di masa mendatang.

Biasanya, investor perorangan menanggapi perubahan harga pasar dengan was-was. Misalnya saat harga emas sedang drop seperti saat ini, mereka yang invest besar di emas tentu sangat cemas. Namun, tentu saja tidak semua investor perorangan berlaku demikian. Mereka yang serius dengan rencana dan strategi investasi yang canggih dan matang akan bisa menuai sukses besar. Warren Buffett adalah contoh salah seorang investor perorangan kelas dunia yang sangat sukses.

Pengertian Trader

Jika investor berfokus pada fundamental produk yang akan dibeli, trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham kurang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli; selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif, ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu, ia akan mempertimbangkan kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh suasana politik yang tidak kondusif hingga indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk pasar hingga kondisinya normal kembali.

Dibandingkan dengan investor, transaksi yang dilakukan trader lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang jauh lebih besar. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader mengandalkan pendapatannya hanya dari trading (trading for living), baik di pasar saham, indeks saham futures, forex, atau komoditi. Pada umumnya trader mempunyai metode, strategi dan rencana yang jelas dan terarah, karena biasanya mereka tidak menahan posisi trading terlalu lama.

Mereka menggunakan Stop Loss, target profit, dan Risk/Reward Ratio tertentu guna membatasi kerugian dan mengatur keuntungan, serta teknik-teknik dalam Money Management untuk memaksimalkan profit yang mungkin tidak digunakan oleh para investor.

Trader yang telah mahir akan masuk ke semua jenis pasar, baik pasar forex, saham, komoditi atau futures. George Soros, pendiri Quantum Funds, adalah contoh salah seorang trader kelas dunia yang sangat sukses.

Perbedaan Trader Dengan Investor Dari uraian di atas, dapat disimpulkan sejumlah perbedaan trader dan investor yang cukup penting. Pertama, investor berfokus pada fundamental suatu aset, sedangkan trader cenderung bertindak dengan lebih mempertimbangkan sentimen dan kondisi pasar. Kedua, trader cenderung melakukan transaksi dengan sudut pandang jangka pendek, sedangkan investor mengambil perencanaan dalam kurun waktu yang lebih panjang.



20 Sept

Semakin berkembangnya system di market forex, memaksa banyak orang menciptakan robot / EA forex. Sebelum melakukan trading dengan EA Forex, sangat penting bagi anda melakukan uji coba dengan cara back test EA Forex tersebut.

Dengan melakukan back test, kita bisa mengevaluasi performa EA Forex tersebut hanya membutuhkan waktu yang tidak lama. Akan lebih bijaksana bagi anda sebelum masuk ke account real trading dengan menggunakan EA Forex apapun strateginya, harus anda back test dahulu. Dengan back test anda dapat mengukur resiko dan peluang yang dihasilkan dari performa EA Forex tersebut. Perlu kita ketahui bersama, tidak ada EA yang tidak pernah loss. Semua Ea berpeluang loss, sehingga anda perlu memahami karakteristik dan kelemahan EA tersebut melalui back test. Anda penasaran bagaimana cara back test EA Forex ? silahkan simak pembahasan di bawah ini :

Cara Back test EA Forex itu simpel. Hanya dengan beberapa klik Anda bisa mendapat laporan detil mulai dari jumlah transaksi dibuka sampai total profit dari trading otomatis. Anda hanya perlu mengikuti beberapa langkah berikut:

1. Pastikan bahwa Anda menggunakan sebuah akun Demo
Peringatan penting, jangan gunakan robot trading di akun live tanpa proses evaluasi dari backtest pada akun demo terlebih dahulu. Berbagai macam masalah seperti pembukaan posisi otomatis dengan tingkat kerugian besar bisa saja terjadi bila Anda tidak mengecek rekam jejak robot trading forex di akun demo.



12 Sept

Banyak orang mengasumsikan bahwa data ADP dan indeks ISM Non-Manufacturing AS yang dirilis lebih awal kerap disebut bisa memprediksi NFP. Tetapi, seberapa akuratkah data-data tersebut bisa digunakan sebagai acuan memprediksi NFP?



10 Sept

Pemilihan Time Frame Trading yang tepat sangat bergantung pada setiap metode dan strategi yang digunakan oleh para trader.

Pemilihan time frame trading forex sangat relatif, bergantung pada metode dan strategi trader masing-masing. Seorang scalper yang biasanya menggunakan time frame 1 menit dan 5 menit, tentu merasa aneh ketika mencoba trading ala swing trader yang terbiasa menggunakan time frame 4 jam dan daily. Bagi scalper sejati tentu sulit untuk mengubah cara trading yang telah menjadi kebiasaannya, demikian juga trader jangka panjang yang sudah terbiasa trading dengan time frame daily dan weekly, akan sulit jika mesti menggunakan time frame 5 menit atau 15 menit. Tetapi time frame trading apapun yang digunakan, yang paling penting adalah hasil akhirnya yaitu memperoleh profit yang konsisten dalam periode tertentu. Artikel ini mencontohkan pemilihan time frame trading yang dianggap cocok ditinjau dari perspektif strategi trading dengan price action.



12 Apr

Money Management adalah salah satu aspek terpenting dalam trading forex, tetapi seringkali diabaikan. Tak sedikit pula trader yang salah paham tentang aturan Money Management. Yang jadi kambing hitam saat terjadi kegagalan trading biasanya adalah strategi, dan trader pun umumnya lebih rajin mencari sistem trading "holy grail" ketimbang MM yang ampuh. Namun, hal ini bisa dipahami karena memang seluk beluk aturan Money Management bisa amat rumit. Untuk membantu Anda menata MM, berikut 5 aturan Money Management paling simpel dan populer di kalangan trader:

1. 1% Rule

Aturan Money Management dengan 1% Rule menyatakan bahwa Anda sebaiknya tidak mempertaruhkan lebih dari 1% ekuitas dalam satu posisi trading. Umpamanya, apabila Anda bertrading dengan modal $1000, maka berdasarkan 1% Rule, janganlah mengalokasikan lebih dari $10 per trading.

Sepintas terdengar simpel, tetapi penerapannya bisa cukup memusingkan. Umpamanya bila dengan modal tadi Anda bertrading dengan ukuran lot mini 0.1, berarti stop loss harus ditempatkan sekitar 10 pip dari posisi entry. Sempit sekali, bukan? Dan stop loss sesempit ini bisa dianggap sama saja dengan mengundang loss. Namun, jika Anda menggunakan lot mikro 0.01, maka stop loss bisa ditempatkan sekitar 100 pip dari posisi entry.

Dari contoh itu dapat dipahami bahwa aturan Money Management bukan cuma berkaitan dengan berapa modal yang akan dipakai, tetapi juga berapa besar lot dan dimana stop loss akan ditempatkan setiap kali buka posisi.

Ada beberapa variasi dari 1% Rule. Trader bermodal lebih besar bisa saja menerapkan aturan 1% atas keseluruhan modal. Artinya, tak peduli berapa posisi trading yang dibukanya, total dana yang dipertaruhkan tak melebihi 1% dari modal. Ada juga yang merubah persentase aturan ini dengan 2%, 5%, dan lain-lain, tergantung dengan kekuatan dana yang dimiliki dan seberapa besar risiko yang berani ditanggung.

 
2. Risk/Reward Ratio

Konsep MM yang umumnya dianggap paling ideal adalah menggunakan rasio risk/reward, khususnya 1:2. Aturan Money Management ini berarti bila Anda berani menanggung risiko sebesar $10, maka idealnya bisa menghasilkan $20 jika profit. Dengan rasio risk/reward 1:2, maka untuk setiap kali profit bisa mengcover satu loss sebelumnya sekaligus menangguk untung. Dengan ini, loss bisa di-cover sedikit demi sedikit dan keuntungan bisa dihimpun, asalkan Win Rate dari sistem trading yang sudah dibuat itu minimal 60%.

 
3. Menggunakan Leverage Besar

Aturan Money Management yang satu ini menguntungkan bagi trader bermodal recehan, tetapi sebenarnya cukup kontroversial. Pada umumnya, trader bermodal besar cenderung menggunakan leverage rendah di angka puluhan saja. Namun, trader kecil dengan modal di bawah $10,000 biasanya menggunakan leverage 1:100 atau lebih agar bisa mendapatkan profit. Untuk memenuhi kebutuhan ini, banyak broker telah menyajikan pilihan leverage bahkan hingga 1:1000.

Keuntungan bagi trader yang menggunakan leverage ini jelas. Semakin besar leverage-nya, maka makin besar lah kekuatan margin/equity dalam akun untuk menahan posisi floating, sehingga tidak mudah terkena Margin Call juga. Tapi di sisi lain, leverage yang kelewat besar mengaburkan trader dari risiko pasar yang sesungguhnya. Profit yang nampaknya besar ternyata lebih kecil, sedangkan loss kecil-kecilan lama-lama menggunung tanpa disadari.

 
4. Trading Pair Dengan Spread Rendah

Banyak trader memilih pair currency untuk ditradingkan secara asal-asalan, tanpa menyadari bahwa keputusan seperti itu bisa berdampak besar bagi Money Management yang dijalankan. Contohnya, bertrading pada pair eksotik bisa menimbulkan biaya spread antara 50 pips atau lebih. Bayangkan betapa sulitnya menggapai target profit dengan spread selebar itu. Solusi yang dipilih oleh banyak trader adalah dengan memilih bertrading pada pair-pair paling likuid saja, seperti pair-pair mayor, di mana spread hanya dalam hitungan satu digit atau malah di bawah 1 pip.

 
5. Menetapkan Target Realistis

Ini boleh jadi merupakan aturan Money Management paling simpel, tapi paling sering diabaikan trader. Karena bermimpi kaya mendadak, maka trader menargetkan return 100% dalam sebulan. Memang ada trader tertentu yang kabarnya bisa meraup profit gila-gilaan seperti itu, tetapi boleh jadi mereka lebih berpengalaman dan bertrading dengan modal lebih besar.

Keserakahan seringkali menjadi biang kerok kerugian trader, maka berhati-hatilah untuk tidak terhanyut godaan setan yang satu ini. Tetapkanlah target yang realistis, baik itu dalam trading harian, mingguan, maupun bulanan.




 
Kurs Hari

Operasional : Senin - Jumat : 09.00 - 18.00
Fast respon & urgent : 0821 3804 1110 (WA)

Untuk mendapatkan rate member, open account disini

Rate Deposit Withdrawal
Non Member15550 (IDR)13500 (IDR)
Member15050 (IDR)14050 (IDR)
Stok Dollar $ 6533
Stok Rupiah Rp.798.273.980,-
Info Jogja-Ifx
Info Instaforex
 
Contact Us

trading dept.
Trading System Department
+62 821 3804 1110 (WA)
BB: D0AF7FC0
support@jogja-ifx.org

finance dept.
Finance & Partner Department
085743373375 (NO SMS)
BB: 5CAF1732
finance@jogja-ifx.org

technical support
Technical Support Department
08112951202 (SMS)
technical@jogja-ifx.org

Disclaimer : Jogja-ifx tidak pernah menerima investasi online dan offline dalam bentuk apapun dan tidak menjalin kerjasama dengan pengelola investasi manapun serta menjalin kerjasama dengan pemilik EA manapun. Segala bentuk investasi dan menjual program EA manapun yang mengatasnamakan Jogja-ifx bukanlah dari pihak Jogja-ifx.

Jogja-ifx merupakan Representative online resmi Instaforex di Indonesia yang bertugas untuk memberi kemudahan kepada klien dalam batasan proses deposit dan withdrawal. Jogja-ifx tidak ikut serta dalam penyimpanan dana klien sedikitpun, hanya menjembatani penukaran mata uang saja. Forex trading mempunyai resiko yang berhubungan dengan kehilangan dana yang disetorkan oleh klien, karena itu kami segenap team dari Jogja-ifx menghimbau setiap klien untuk menggunakan dananya secara aman sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan. Jogja-ifx tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana klien yang disebabkan oleh broker Instaforex dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 jogja-ifx.org All Rights Reserved