Jogja-Ifx

Fast Respon : 0821-3804-1110 Veri (Whatsapp) |  Instagram : Veri_andriyanto  |  Email : veri.instaforex@gmail.com

logo award

Representative online resmi Instaforex di Indonesia

Open Account - Deposit - Trading - Rebate

MENU

Outlook Rillis Berita Selasa 18 September 2018

Rabu, 19 Sepember 2018
Pengirim : Trading Departement - Dibaca : 289 Kali

Dibawah ini adalah jadwal rillis berita pada hari ini, silahkan dibaca dengan seksama dampak dan pengaruhnya terhadap pergerakan mata uang suatu negara.

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah BoJ meeting, CPI dan PPI Inggris, pidato ECB Draghi, BoE Haldane dan RBA Kent, Building Permits, dan persediaan minyak AS.


Waktu Tentative: hasil meeting BoJ: pengumuman suku bunga bulan September 2018 dan Statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak tinggi pada JPY).

Suku bunga diumumkan bersamaan dengan Statement kebijakan moneter (Monetary Policy Statement), rata-rata 14 kali dalam setahun. Di samping suku bunga, Statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi Jepang untuk waktu mendatang. Bulan Januari 2016 lalu, BoJ memotong suku bunganya menjadi negatif, dari 0.0% ke -0.1%. Penurunan suku bunga ini merupakan yang pertama sejak tahun 2010, dan merupakan rekor suku bunga terendah. Tujuan pemotongan tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Bulan September 2016, BoJ mengumumkan kebijakan yield curve control, dan pada bulan Juli 2017, mereka menaikkan besaran stimulus dengan menambah pembelian bond pemerintah.

Karena laju inflasi belum juga naik, pada bulan Juli 2017, BoJ memutuskan untuk mengundur batas pencapaian target inflasi 2.0% ke tahun 2019, lebih lama dari target sebelumnya di tahun 2018. Bulan Januari lalu, di luar dugaan BoJ mengumumkan telah mengurangi pembelian obligasi pemerintah untuk jangka panjang.

Pada meeting terakhir 31 Juli lalu, BoJ mempertahankan suku bunga pada level -0.1%, dan target yield bond pemerintah untuk jangka waktu 10 tahun berada di 0.0%. Namun, pembelian obligasi pemerintah (JGBs) naik sebesar JPY6 triliun menjadi sekitar JPY90 triliun. Bank sentral menyatakan bahwa jumlah pembelian bond akan disesuaikan dengan keadaan pasar.

Dengan data inflasi y/y terakhir yang +0.9%, dan GDP kuartal pertama tahun ini yang naik 0.7%, maka untuk bulan September ini diperkirakan BoJ masih akan mempertahankan suku bunga di -0.1%.

 


Jam 15:30 WIB: data Consumer Price Index (CPI) Inggris bulan Agustus 2018 (Berdampak tinggi pada GBP).

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral, sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Di samping CPI, hari ini juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI), yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y), Sekalipun begitu, dampak CPI jauh lebih tinggi daripada PPI dan RPI.

Bulan Juli lalu, inflasi tahunan Inggris naik 2.5%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI stagnan atau berada di 0.0%, terendah sejak bulan Juli tahun lalu.

Naiknya inflasi tahunan bulan Juli tersebut disebabkan oleh meningkatnya biaya transportasi (+5.7%), biaya rekreasi (+3.1%), perlengkapan rumah (+1.3%), tarif hotel dan restoran (+2.5%), harga makanan dan minuman non alkohol (+2.3%), juga harga bahan bakar, air, dan listrik (+2.3%). CPI inti bulan Juli y/y naik 1.9%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang terendah sejak Maret tahun lalu.

Untuk bulan Agustus 2018, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.4%, m/m akan naik 0.5%, dan CPI inti y/y akan naik 1.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 


Jam 15:30 WIB: data Producer Price Index (PPI) Inggris bulan Agustus 2018 (Berdampak medium pada GBP).

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Bulan Juli lalu, PPI m/m Inggris naik 0.5%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.1% dan bulan sebelumnya yang naik 0.3%. Sementara untuk y/y, PPI naik 3.1%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 3.3%. Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan harga petroleum, bahan kimia, dan farmasi. Untuk bulan Agustus 2018, diperkirakan PPI input m/m akan naik 0.4%, sementara data y/y diperkirakan naik 2.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 


Jam 19:30 WIB: data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Agustus 2018 (Berdampak medium pada USD).

Jumlah izin pembangunan rumah (Building Permits) adalah indikator awal bagi aktivitas pekerjaan konstruksi, karena kontraktor perumahan harus memperoleh izin terlebih dahulu sebelum mulai membangun. Meningkatnya Building Permits menunjukkan naiknya investasi dan optimisme pelaku bisnis perumahan. Sementara itu, Housing Starts adalah indikator awal bagi pasar perumahan baru di AS, dan sering digunakan untuk memprediksi penjualan perumahan (New Home Sales) yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Bulan Juli lalu, jumlah izin pembangunan rumah di AS mencapai 1.31 juta atau naik 1.5% dari bulan sebelumnya, sesuai dengan perkiraan dan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Sementara Housing Starts bulan Juli mencapai 1.17 juta unit atau naik 0.9%, lebih rendah dari perkiraan 1.27 juta unit, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 1.16 juta unit.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pembangunan rumah di bagian selatan dan Midwest. Untuk bulan Agustus 2018, diperkirakan Building Permits akan kembali mencapai 1.31 juta, sementara Housing Starts akan mencapai 1.24 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 


Jam 20:00 WIB: pidato presiden ECB Mario Draghi (Berdampak tinggi pada EUR).

Mario Draghi dijadwalkan berbicara mengenai kebijakan moneter di Eurozone dalam acara konferensi di Berlin.

 


Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 14 September 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri berkurang 5.30 juta barel (atau -5.30 juta barel), jauh lebih rendah dari perkiraan berkurang 1.30 juta barel, dan menjadi yang terendah dalam 3 minggu terakhir. Untuk minggu ini, persediaan minyal diperkirakan akan kembali berkurang 2.74 juta barel. Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia. Baca juga: Harga Minyak WTI Terkoreksi Di Bawah USD70 Karena Perang Dagang.

 

Jika Anda memerlukan konsultasi mengenai sistem trading, atau fasilitas Jogja-ifx lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp: 0821-3804-1110 (veri)

 

INFO TERKAIT
Kurs Hari

Operasional : Senin - Jumat : 09.00 - 18.00
Fast respon & urgent : 0821 3804 1110 (WA)

Untuk mendapatkan rate member, open account disini

Rate Deposit Withdrawal
Non Member14800 (IDR)13400 (IDR)
Member14400 (IDR)13700 (IDR)
Stok Dollar $ 13.980.225
Stok Rupiah Rp.521,872,919,-
Info Jogja-Ifx
Info Instaforex
 
Contact Us

trading dept.
Trading System Department
+62 821 3804 1110 (WA)
BB: D0AF7FC0
support@jogja-ifx.org

finance dept.
Finance & Partner Department
085743373375 (NO SMS)
BB: 5CAF1732
finance@jogja-ifx.org

technical support
Technical Support Department
08112951202 (SMS)
technical@jogja-ifx.org

Disclaimer : Jogja-ifx tidak pernah menerima investasi online dan offline dalam bentuk apapun dan tidak menjalin kerjasama dengan pengelola investasi manapun serta menjalin kerjasama dengan pemilik EA manapun. Segala bentuk investasi dan menjual program EA manapun yang mengatasnamakan Jogja-ifx bukanlah dari pihak Jogja-ifx.

Jogja-ifx merupakan Representative online resmi Instaforex di Indonesia yang bertugas untuk memberi kemudahan kepada klien dalam batasan proses deposit dan withdrawal. Jogja-ifx tidak ikut serta dalam penyimpanan dana klien sedikitpun, hanya menjembatani penukaran mata uang saja. Forex trading mempunyai resiko yang berhubungan dengan kehilangan dana yang disetorkan oleh klien, karena itu kami segenap team dari Jogja-ifx menghimbau setiap klien untuk menggunakan dananya secara aman sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan. Jogja-ifx tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana klien yang disebabkan oleh broker Instaforex dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 jogja-ifx.org All Rights Reserved